KACAPOKER | POKER TERPERCAYA | DOMINOQQ | POKER ONLINE INDONESIA   POKER365 | JUDI POKER ONLINE, POKER88, BANDAR CEME ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   Q11BET | AGEN LIVE CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   ROYAL188BET | AGEN JUDI CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   GO88BET | AGEN JUDI BOLA 88 TERPERCAYA, SITUS CASINO ONLINE TERBESAR  

Arkeolog Menemukan Spesies Baru Manusia Purba di Filipina

Arkeolog Menemukan Spesies Baru Manusia Purba di Filipina

Arkeolog Menemukan Spesies Baru Manusia Purba di Filipina

Kliktekno – Profesor Arkeologi Armand Mijares, telah menemukan spesies baru dari manusia purba di gua Cagayan Filipina. Armand Mijares dan tim menamakan spesies baru ini dengan nama Homo Luzonensis.

Proses ditemukannya spesies baru ini sudah dilakukan oleh Mijares dan tim sejak tahun 2011. Saat itu, Mijares dan rekannya berhasil menemukan lebih banyak fosil mirip manusia termasuk dari gigi, bagian tulang paha dan tulang tangan.

4 tahun kemudian, mereka menemukan dua molar lagi, yang diprediksi sudah berusia 50 ribu tahun. Digua Cagayan, Mijares dan tim berhasil menemukan lagi dua tulang dewasa dan satu tulang anak-anak.

Menurutnya, tulang tersebut semuanya telah berusia 50 – 68 ribu tahun. Periode yang sangat lama juga menjadi rentang hidup dari manusia purba jenis Neaderthai, Homo Sapiens, Denisovan, dan Homo Floresiensis.

Arkeolog Menemukan Spesies Baru Manusia Purba di Filipina

Arkeolog Menemukan Spesies Baru Manusia Purba di Filipina

Berbeda dengan spesies lain manusia purba lainnya seperti Homo luzonensis memiliki struktur gigi yang unik. Strutur gigi yang mereka miliki adalah gigi premolar yang sangat bervariasi, tujuh gigi dari premolar itu lebih kecil dan sangat sederhana.

Dua tulan tangan dan tiga tulang kaki juga telah menunjukkan anatomi yang sangat unik dari spesies Homo Luzonensis ini. Meski dipisahkan oleh jutaan tahun evolusi. Tulang jari dari Luzonensis ini sangat mirip dengan Australopithecus Afarensis yang telah hidup 3 – 4 juta tahun.

“Jika Anda sudah mengambil fitur satu per satu, Anda juga akan menemukannya dalam satu atau beberapa spesies homininnya. Namun jika Anda mengambil seluruh kombinasi fitur tidak ada spesies lain dari genius Homo yang sama yang mengindentifikasi bahwa mereka termasuk kedalam spesies baru,” kata ahli Paleoantropologi asal Prancis Florent Detroit.

Didapat dari CNN, peneliti tidak mampu menemukan cukup banyak tulang untuk bisa memperkirakan tinggi dari Luzonensis. Tim arkeologi berhasil menemukan tulang jari dari Luzonensis yang hampir sama dengan spesies horminin yang awal hidupnya di Afrika pada 3 juta tahun yang lalu.

Sementara fosil dari Homo yang pertama kali ditemukan berada di luar Afrika adalah Homo Erectus sekitar 1,8 juta tahun yang lalu tepatnya di Asia Timur dan Asia Tenggara. Di Indonesia juga ditemukan Homo Erectus termuda dengan usia sekitar 143 ribu tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *