KACAPOKER | POKER TERPERCAYA | DOMINOQQ | POKER ONLINE INDONESIA   POKER365 | JUDI POKER ONLINE, POKER88, BANDAR CEME ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   Q11BET | AGEN LIVE CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   ROYAL188BET | AGEN JUDI CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   GO88BET | AGEN JUDI BOLA 88 TERPERCAYA, SITUS CASINO ONLINE TERBESAR  

Facebook Akui Membayar Untuk Mengetahui Percakapan Penggunanya

Facebook Akui Membayar Untuk Mengetahui Percakapan Penggunanya

Facebook Akui Membayar Untuk Mengetahui Percakapan Penggunanya

Kliktekno – Facebook menyatakan bahwa pihaknya sempat membayar kontraktor atau pihak ketiga untuk mendengarkan dan menyalin klip audio dalam percakapan Messenger. Namun, perusahaan mengatakan bahwa hal itu baru dihentikan sepekan silam.

Menurut juru bicara Facebook kepada Cnet melalui surel mengatakan “Sama seperti Apple dan Google, kami menghentikan tinjauan audio melalui kontraktor lebih dari seminggu yang lalu”

Sejak tahun 2015, Facebook Messenger telah menawarkan fitur dalam menyalin klip suara menjadi teks. Fitur ini tetap ‘menguping’ pembicarran meskipun pengguna telah menonaktifkannya.

Tak hanya Facebook, raksasa teknologi AS seperti Google, Apple, Microsoft, dan Amazon juga dikabarkan membayar pihak ketiga untuk mendengarkan percakapan pengguna melalui perangkat speaker dan layanan asisten berbasis suara mereka secara eksplisit.

Apple juga melaporkan telah mengikuti jejak Facebook yang tak lagi menggunakan pihak ketiga dalam meninjau percakapan pengguna melalui Siri.

Sejak saat itu, Amazon mengizinkan pengguna untuk berhenti menggunakan speaker pintar sedangkan Google masih mempertahankan Google Assisten yang dapat beroperasi dalam berbagai bahasa.

Facebook belakangan ini memang sering ditempa sejumlah masalah privasi pengguna. Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) juga menjatuhi hukuman denda sebesar US$5 miliar atau setara Rp69,8 triliun atas pelanggaran privasi.

Penyelidikan FTC ini berawal dari setelah tahun lalu Facebook dianggap melanggar keputusan kesepakatan berbagi informasi 87 juta data pengguna yang melibatkan Cambridge Analytica.

Sebagai bentuk penyelesaian ini, Facebook menyatakan akan membayar denda dan memberikan kerangka kerja baru yang komprehensif untuk melindungi privasi para penggunanya.

Sebagai bagian penyelesaian, dewan direksi Facebook juga akan membuat komite privasi independen yang menghilangkan kendali CEO Mark Zuckerberg dalam membuat keputusan yang bisa mempengaruhi privasi dari para penggunanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *