KACAPOKER | POKER TERPERCAYA | DOMINOQQ | POKER ONLINE INDONESIA   POKER365 | JUDI POKER ONLINE, POKER88, BANDAR CEME ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   Q11BET | AGEN LIVE CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   ROYAL188BET | AGEN JUDI CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   GO88BET | AGEN JUDI BOLA 88 TERPERCAYA, SITUS CASINO ONLINE TERBESAR  

Tag Archives: Google

Google Hadirkan Dark Mode Untuk Gmail Pada Android

Google Hadirkan Dark Mode Untuk Gmail Pada Android

Google Hadirkan Dark Mode Untuk Gmail Pada Android

Kliktekno – Google menghadirkan modus gelap (dark mode) bersamaan dengan pembaruan sistem operasi Android 10. Sejumlah aplikasi Google di Android memberikan opsi fitur dark mode, salah satunya adalah Gmail.

Menurut laporan Android Central, Google mulai menggulirkan dark mode di Gmail melalui pembaruan berdasarkan server.

Dikutip dari laman Phone Arena, Jumat (13/9) jika opsi dark mode di Gmail ini sudah tersedia sehingga pengguna memiliki pilihan untuk mengatur tampilan Gmail di smartphone.

Terdapat tiga opsi tampilan Gmail, yakni atau terang, Dark alias gelap, dan System Default atau sesuai pengaturan awal. Untuk dapat memilih tampilan Gmail, pastikan perangkat Anda memiliki aplikasi Gmail versi terbaru, yakni 2019.08.18.267044774.

Kendati demikian, beberapa pengguna Android dengan aplikasi Gmail versi terbaru ini belum mendapatkan pembaruan yang membuat modus gelap sehingga mereka malah melaporkan bahwa widget Gmail sekarang tampil dengan modus gelap secara otomatis.

Untuk memastikan apakah aplikasi Gmail Anda sudah memiliki opsi dark mode, kamu dapat membuka Gmail dan mengetuk setting atau setelan yang umumya berbentuk tiga titik di sudut kiri atas Gmail. Kemudian Anda dapat geser layar ke bawah dan pilih menu Setting > General Setting.

Untuk informasi, Google menambahkan dark mode ke aplikasi tersebut dengan tujuan untuk melindungi mata pengguna dari cahaya terang pada latar putih di sejumlah aplikasi Android terutama yang menggunakan material desain milik Google.

Aplikasi-aplikasi berlatar belakang putih dianggap menyilaukan dan dapat menyebabkan ketegangan mata. Tak hanya itu, saat malam hari saat pengguna melihat layar smartphone dengan lampu mati maka latar belakang putih daoat mengganggu si pengguna smartphone.

Google menilai dark mode bisa membantu mencegah hal tersebut terjadi dengan membalikan teks hitam pada layar putih menjadi teks putih pada layar hitam atau abu-abu.

Peningkatan Kamera Google Pixel 4 dengan Modus Motion

Peningkatan Kamera Google Pixel 4 dengan Modus Motion

Peningkatan Kamera Google Pixel 4 dengan Modus Motion

Kliktekno – Google Pixel 4 kabarnya akan membawa peningkatan kamera dengan fitur modus motion.

Dikutip melalui Techtimes, salah satu sumber menyebutkan kepada 9to5Google bahwa mode motion dapat membuat pengguna mampu menangkap subjek yang bergerak dengan jelas dan latar belakang yang buram.

Google juga bekerja untuk membuat fitur Night Sight lebih baik mesipun fitur tersebut menjadi salah satu fitur mode malam terbaik dalam kategori smartphone.

Untuk Google Pixel 4, para insinyur perusahaan dilaporkan membuat peningkatan terkait dengan kecepatan dan penyesuaian umum lainnya dalam pengalaman fotografi malam hari yang lebih baik.

Perubahan Night Sight ini tentunya akan membuat kamera ponsel tersebut menjadi lebih mampu dalam mengambil gambae foto langit malam dan bintang.

Pixel 4 ini dilengkapi dengan dua sensor belakang, salah satunya adalah 12MP dengan fase deteksi autofokus dan yang lainnya lensa telefoto beresolusi 16MP. Menurut 9to5Google, akmera depannya diharapkan menjadi lensa sudut lebar.

Sayembara Rp400 Juta Bagi Penemu Celah Keamanan Chrome

Sayembara Rp400 Juta Bagi Penemu Celah Keamanan Chrome

Sayembara Rp400 Juta Bagi Penemu Celah Keamanan Chrome

Kliktekno – Google meningkatkan imbalan bagi siapa saja yang berhasil menemukan celah keamanan pada browser Chrome. Sejak 2010, Google rutin dalam memberi hadiah bagi siapapun yang berhasil menemukan bug atau celah kemanan pada browser Chrome mereka.

Namun karena meningkatnya frekuensi serangan malware yang diterima oleh Chrome, maka Google memutuskan untuk meninggkatkan imbalam bagi mereka. Dilansir melalui CNET pada Senin (22/7/2019), diketahui Google sebelumnya memberikan hadiah senilai 15 ribu dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 200 jutaan namun kini imbalannya meningkat menjadi 30 ribu Amerika Serikat atau sekitar Rp 400 jutaan.

Meskipun demikian, terdapat aturan yang ditetapkan oleh Google bagi para pemburu celah keamanan sebelum mendapatkan hadiah tersebut, yakni jika bug yang mereka temukan termasuk dalam kategori “high-quality reports.

Kategori bug ini hanya disandang oleh malware yang memiliki akibat yang fatal bagi pengoperasian browser Google Chrome. Perlu diingat jika jumlah hadiah ini merupakan batas paling tinggi yang bisa didapatkan oleh para penemu bug.

Jika penemu bug hanya menemukan masalah standar atau biasa saja, maka mereka hanya akan menerima hadiah 15 ribu dollar Amerika Serikat. Angka “standar”” ini terbilang cukup besar karena sudah mengalami kenaikan dari yang sebelumnya, yang tadinya hanya 5 ribu dollar Amerika Serikat.

Sejak Google mengumumkan program ini pada tahin 2010, Google tercatat sudah mengeluarkan imbalan lebih dari 5 juta dollar Amerika Serikat kepada penemu celah keamanan.

Nilai ini dinilai tidak seberapa jika dibandingkan dengan jumlah celah yang dilaporkan oleh para penemu bug Chrome yang mencapai hingga 8.500 bug.

Setelah Buang Google+ Kini Google Membuat Medsos Baru Shoelace

Setelah Buang Google+ Kini Google Mempuat Medsos Baru Shoelace

Setelah Buang Google+ Kini Google Membuat Medsos Baru Shoelace

Kliktekno – Google terus melakukan eksperimen dengan produk dan layanan baru. Padahal, raksasa search engine itu baru-baru ini mendepak jejaring social Google +. Setelah beberapa tahun lalu tidak memperlihatkan perkembanagan yang signifikan jika dibandingkan dengan Facebook ataupun Twitter.

Terkait dengan hal itu, sepertinya Google tidak bisa menahan diri dan kini mereka telah membuat media sosial baru yang dikenal dengan sebutan Shoelace. Ini merupakan upaya Google yang kesekian kalinya dalam mencoba peruntungan di ruang sosial.

Setelah menghentikan Google+ pada bulan April 2019 lalu, Google sekalu kagi kembali ke titik awal Shoelace. Nama jejaring sosial tersebut lebih berbicara mengenai beberaoa fiturnya untuk “menyatukan orang”. Ini didasarkan pada kegiatan dan acara yang terjadi di dekat atau di sekitar kota tinggal pengguna.

Gppgle menyebutkan Shoelace ini bertujuan untuk “mengisi kehidupan sosial kalian” dengan kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan orang lain yang memiliki minat yang sama. Sehingga ini dapat menjadi sebuah platform baru bagi pengguna Google yang memiliki kepentingan bersama.

Pengguna pun dapat mengatur dan berpartisipasi dalam acara yang disebut “Loop” yakni aplikasi hyperlocal yang agak mirip dengan Facebook Event. Jadi dapat dikatakan jika Shoelace adalah media sosial yang berguna bagi kalian yang baru saja pindah ke sebuah kota baru dan ingin berkenalan dengan orang-orang di sekitar.

Shoelace sendiri adalah produk yang keluar dari Google bersamaan dengan Area 120 yang bertujuan untuk memfasilitasi koneksi dunia nyata. Berbeda dengan media sosial lainnya, Google meluncurkan layanan barunya ini dalam skala yang lebih kecil.

Hingga kini, Shoelacr baru diuji di kota New York, Amerika Serikat. Pengembang berencana untuk memboyong media sosial ini ke sejumlah kota lainnya namun Googke belum mau menginformasikan lebih lanjut mengenai kota-kota mana saja yang nantinya akan disambangi oleh Shoelace

Stadia, Layanan Gim Streaming Google Meluncur November

Stadia, Layanan Gim Streaming Google Meluncur November

KlikTekno- Google menyebut layanan  Gim Streaming Stadia akan mulai dirilis pada November. Perusahaan itu juga mengumumkan 14 negara yang kebagian menikmati layanan gim premium berlangganan ala Netflix tersebut.

Namun, Indonesia tidak ada dalam daftar negara yang bakal menyicipi gim berbasis awan (cloud) yang diakses dengan streaming tersebut. Sebab, Stadia akan diluncurkan di Amerika Serikat, Inggris, Belgia, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol dan Swedia.

Para pelanggan Stadia akan memiliki akses ke beberapa pemainan gratis dan bisa membeli beberapa gim blockbuster pada platform ini.
Judul gim gratis pertama adalah gim tembakan Destiny 2 dari pengembang gim Bungie. Beberapa judul gim populer juga tersedia, seperti Assassin’s Creed Odyssey dan Ghost Recon Breakpoint.

Untuk bisa menikmati layanan gim streaming ini, pengguna butuh perangkat hardware yang dijual US$129 (Rp1,8 juta; kurs 1US$=Rp 14.189,55). Pemain lantas perlu membayar biaya langganan bulanan US$9,99 (Rp140.476).

Stadia, Layanan Gim Streaming Google Meluncur November

Stadia, Layanan Gim Streaming Google Meluncur November

Sementara untuk pengguna di Eropa, perangkat dijual seharga 129 euro (Rp2 juta; kurs 1 euro= Rp16 ribu) dan biaya langganan bulanan 9,99 euro (Rp158.432).

Google meluncurkan layanan ini mengikuti kesuksesan bisnis model layanan streaming film Netflix. Sehingga, pengguna bisa mengakses gim yang tengah mereka mainkan di perangkat apapun, ponsel atau komputer. 

Layanan berbasis cloud ini digadang-gadang bisa mengganggu para pemain gim besar. Sebab, diperkirakan pengguna bakal malas untuk bermain gim di konsol atau mengunduh dan mengakses perangkat lunak gim dari CD.

Saat mengumumkan Stadia awal tahun ini, CEO Google Sundar Pichai mengatakan Stadia dibangun untuk memberikan platform gim bagi semua orang.

Google berharap Stadia bisa menjadi Netflix atau Spotify-nya para gamers, yang bisa menyediakan permainan berkualitas dengan konsol yang tersedia secara luas.

Namun masih belum jelas berapa banyak cuan yang bisa diraup Google dari industri yang berpotensi besar ini. Selain memproduksi gim sendiri, Google juga akan mendekati studio lain untuk pindah ke model berbasis cloud.

Amazon mulai jual Chromecast Google lagi

Amazon mulai jual Chromecast Google lagi

Amazon mulai jual Chromecast Google lagi

kliktekno –  Perusahaan penyedia jasa pasar online Amazon  kembali menjual dongle streaming Chromecast Google. benda ini sendiri sudah 3 tahun di  cabut oleh amazone dari situs website nya. Amazon  sendiri menarik benda itu dari peredaran di websitenya dengan alasan video milik amazon  sendiri tidak tersedia di chromecast, demikian mengutip variety.

Seperti yang diketahui beberapa waktu lalu Google dan Amazon  memiliki konflik internal yang mengakibatkan kedua perusahaan tersebut enggan bekerjasama. Konflik antara Googel dan Amazon  semakin memanas setelah Amazon merilis perangkat layar pintar Echo Show pada tahun 2017. perangkat ini awalnya menampilkan integrasi Youtube yang disesuaikan, Google dengan cepat memblokir perangkat tersebut dengan alasan bahwa itu melanggar persyaratan layanan Youtube.

Keputusan Amazon untuk menjual Google Chromecast ini memang membuat beberapa pihak terkejut, namun hal ini dapat menandahkan sebagai akhir dari permusuhan dari kedua bela pihak ini, Amazon sendiri mengatakan semoga Google dapat menghadirkan aplikasi youtube resmi ke Fire Tv. Juru bicara Amazon sendiri menyatakan bahwa mereka akan melakuan diskusi yang produktif dengan google agar bisa mencapai kesepakatan demi kepentingan bersama.

Puluhan Juta Data Pengguna Bocor, Google Plus Tutup 4 Bulan Lebih Awal

Puluhan Juta Data Pengguna Bocor, Google Plus Tutup 4 Bulan Lebih Awal

Puluhan Juta Data Pengguna Bocor, Google Plus Tutup 4 Bulan Lebih Awal

kliktekno – Jejaring sosial Google Plus kembali mengalami kebocoran data, Penyebab kebocoran data ini adalah andanya celah keamanan atau bisa di bilang adalah Bug. Akibat kebocoran data ini Google memutuskan untuk menutup jejaring sosial itu lebih awal. Dilansir dari berbagai sumber tercatat setidaknya ada 52,5 juta pengguna, bug ini secara otomatis membuat informasi dan profil pengguna menjadi terbuka seperti nama, alamat emailm pekerjaan dan umur. Hal ini tetapakan bocor meskipun pengguna menggaturnya secara pribadi.

Google mengungkapkan bahwa mereka menemukan bug hidup ini hanya enam hari saja yaitu dimulai pada tanggal 7 hingga 13 November 2018. Akibat dari kejadian ini Google secara resmi megumumkan bahwa aplikasi sosial media Google Plus akan di tutup lebih awal empat bulan menjadi April 2019 dan untuk akses ke application programming interface atau Api akan di tutup pada 90 Hari ke depan

Baterai Android Kamu bisa Lebih Awet dengan Dark Mode

Baterai Android Kamu bisa Lebih Awet dengan Dark Mode

Baterai Android Kamu bisa Lebih Awet dengan Dark Mode

Kliktekno – Di tahun 2018 Ini perusahan mesin pencari ternama Google menambah sebuah fitur di jajaran aplikasi  bikinanya untuk smartphone berlatform android. Yaitu dark mode. dan google baru – baru ini mengungkap manfaat dari fitur tersebut, alasan google menghadirkan dark mode adalah untuk melindungi pengguna dari latar bewarna putih yang lazim di gunakan dalam material design tema android beberapa versi terakhir.

Dark mode sendiri adalah fitur di android yang mengubah tema warna , dari latar putih dan teks hitam, menjadi latar hitam dan teks putih di beberapa ponsel. dark mode ini sendiri sering di katakan sebagai night mode, Bukan hanya itu  Dark Mode pada jenis Ponsel tertentu bisa menggurangi penggunaan daya baterai , dan berujung  pada baterai yang lebih irit. Ponsel tertentu yang bisa di gunakan adalah ponsel yang memilik panel layar amoled.

Google mengugkapkan hal ini dalam gelaran dev summit, di mana mereka mengajak para developer untuk menambahkan  Dark mode pada aplikasi yang di kembangkan oleh Google.  Tujuan di tambahkan nya dark mode ini adalah agar para developer bisa tertarik , Google juga mengungkapkan data perbandingan kosumsi daya baterai  antara dark mode dan mode biasa.

Seperti Youtube , Pada mode dark mode mengonsumsi baterai 14 % lebih irit Ketimbang Pada mode normal nya. pengiritannya bisa lebih terasa pada saat tingkat kecerahan nya mencapai 100%. Di mana pengiritan ini bisa mencapai sampai 60% , Google juga memberikan  data dari aplikasi lain seperti google  maps , yang pengiritannya bisa mencapai  63% pada dark mode.

Google sendiri membuat mode dark mode ini untuk memperbaiki kesalahan mereka di bagian pendesignnya, yang lebih condong pada warna putih . lalu mengapa mode dark ini bisa membuat konsumsi baterai lebih irit??

Pengrititan sebenarnya di dasari oleh cara kerja panel amoled yang tak membutuhkan  backlight seperti panel lcd. jadi ketika  warna yang di tampilkan adalah warna hitam  maka pixel tersebut sebenarnya tidak menyala sama sekali, maka semakin banyak  gambar yang berlatar warna hitam  maka semakin banyak pula pixel yang tidak hidup , dan hal ini akan berujung pada konsumsi baterai yang lebih sedikit.