KACAPOKER | POKER TERPERCAYA | DOMINOQQ | POKER ONLINE INDONESIA   POKER365 | JUDI POKER ONLINE, POKER88, BANDAR CEME ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   Q11BET | AGEN LIVE CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   ROYAL188BET | AGEN JUDI CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   GO88BET | AGEN JUDI BOLA 88 TERPERCAYA, SITUS CASINO ONLINE TERBESAR  

Tag Archives: whatsapp

WhatsApp Hadirkan Fitur Boomerang Untuk Menarik Pengguna SosMed

WhatsApp Hadirkan Fitur Boomerang Untuk Menarik Pengguna SosMed

WhatsApp Hadirkan Fitur Boomerang Untuk Menarik Pengguna SosMed

 

Kliktekno – Sudah tak asing lagi bahwasannya platform pesan instant WhatsApp kini menjadi aplikasi pesan singkat terpopuler di Dunia. Layanan ini memang mudah untuk digunakan dan memiliki standar keamanan yang cukup baik hingga kaya akan fitur-fitur menarik.

Belum lama ini juga ada informasi yang mengungkap jika platform ini akan kedatangan ssalah satu fitur yang sudah populer sebelumnya di Instagram, yakni Boomerang. Dimana melalui fitur ini pengguna daoat berkreasi secara lebih menarik melalui tingkah-tingkah lucu, konyol, elegan dan lainnya.

Informasi akan kehadiran fitur Boomerang di WhatsApp ini dibocorkan oleh WABetaInfo dimana leakster satu ini mengaku menemukan fitur tersebut dalam versi awalnya. Selain itu, juga diketahui bahwa fitur tersebut akan diperkenalkan ke publik dalam waktu dekat.

Kini fitur Boomerang di aplikasi WhatsApp sudah memasuki tahap uji coba, sehingga dengan fitur tersebut pengguna dapat membuat video dan mengubahnya menjadi format GIF. Namun bentuk dari Boomerang ini akan sedikit berbeda, karena Boomerang memainkan klip pendekb dalam format rekaman untuk maju mundur dalam satu video dengan cepat sedangkan GIF terkenal banget dengan bolak-baliknya.

WABetaInfo memberikan keterangan “Opsi ini akan tersedia di Video Type, yang akan mengubah video biasa berdurasi kurang dari tujuh detik menjadi format Boomerang. Video ini bisa untuk dikirim ke kontak pengguna atau dijadikan pembaruan status”.

Perlu diketahui jika WhatsApp dan Instagram sendiri memiliki induk perusahaan yang sama, yakni Facebook. Jejaring sosial media Instagram sendiri pun telah memperkenalkan fitur Boomerang ini sudah sejak tahun 2015 silam dan hingga kini banyak sekali peminatnya sehingga sang raksasa sosmed WhatsApp pun ingin ikut menghadirkan fitur tersebut.

Hingga kini belum ada kepastian mengenai jadwal pasti terkait perilisan fitur Boomerang di platform WhatsApp. Namun jika memang dalam tahap pengujiannya tidak ditemukan kendala apapun, maka pengguna bisa menikmati fitur Boomerang di WhatsApp ini pastinya dalam waktu dekat.

Apple Batasi Fitur Panggilan Internet Aplikasi WhatsApp Messenger

Apple Batasi Fitur Panggilan Internet Aplikasi WhatsApp Messenger

Apple Batasi Fitur Panggilan Internet Aplikasi WhatsApp Messenger

Kliktekno – Apple melakukan perubahan sistem operasi selulernya yang akan membatasi fitur dari aplikasi Messenger dan WhatsApp milik Facebook atas penggunaan penggilan suara melalui internet.

Fitur panggilan di aplikasi berjalan di latar belakang meskipun tidak sedang digunakan yang berarti aplikasi tersebut dapat menghubungkan panggilan lebih cepat meskipun sedang menjalankan perintah lain seperti pengoleksian data.

Tulisan tersebut mengatakan Apple akan membatasi akses latar belakang ke aplikasi saat pengguna melakukan berbagai panggilan internet.

Baik Apple maupun Facebook tidak segera menjawab ketika dimintai komentar melalui Reuters.

Kini Google Assistant Bisa Membaca Dan Membalas Pesan WhatsApp

Kini Google Assistant Bisa Membaca Dan Membalas Pesan WhatsApp

Kini Google Assistant Bisa Membaca Dan Membalas Pesan WhatsApp

Kliktekno – Google Asisten sekarang dapat membaca dan membalas WhatsApp, Telegram dan Slack.

Seperti yang telah dilaporkan melalui Engadget bahwa kemampuan kecerdasan buatan (AI) Google ini baru saja ditemukan. Kemampuan Google Asistant awalnya sudah dapat membaca pesan singkat mesipun terbatas hanya untuk SMS saja.

Untuk dapat mencoba fitur ini, pengguna bisa memulai dengan perintah “baca pesan saya”. Setelah asisten diizinkan untuk membaca pesan, pertama-tama akan muncul pesan terbaru di layar dan mulai membacanya.

Kemudian Google Asisstant memungkinkan pengguna mengirim balasan dan pemberitahuan untuk pesan tertentu itu hilang. Proses ini berlangsung untuk seluruh pesan tersimpan yang ada di baris pemberitahuan.

Setelah diizinkan, Google Assistant kemudian akan dapat membacakan seluruh pesan WhatsApp yang muncuk di notifikasi dengan suara. Apabila terdeteksi ditulis dalam bahasa Indonesia, pesan pun akan dibacakan dalam bahasa Indonesia.

Sebaliknya jika pesan tersebut dianggap bukan menggunakan bahasa Indonesia atau menggunakan kata-kata yang tidak baru, maka Google Assistant akan membacakannya dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Perlu ditambahkan bahwa yang bisa dibaca oleh Google Assistant ini hanyalah pesan yang baru didapat dan muncul di notifikasi ponsel Anda serta belum dibaca oleh pengguna.

Google Assistant juga tidak bisa membaca pesan WhatsApp yang berisi gambar, serta file audio atau video.

Menurut beberapa sumber informasi mengatakan bahwa fitur ini dibatasi hanya untuk konsumen Amerika Serikat saja. Pasalnya, ketika fitur ini digunakan pada smartphone di India, ternyata kemampuan itu tak berfungsi dan tentunya, fitur Google AI itu juga belum berlaku di Indonesia.

Kabarnya Facebook Akan Ukir Namanya di WhatsApp dan Instagram

Kabarnya Facebook Akan Ukir Namanya di WhatsApp dan Instagram

Kabarnya Facebook Akan Ukir Namanya di WhatsApp dan Instagram

Kliktekno – Tampaknya banyak orang yang menyukai layanan WhatsApp dan Instagram, namun di sisi lain banyak yang membenci Facebook. Meskipun banyak yang tidak tahu kalau ada dua layanan tersebut adalah milik Facebook.

Tak heran bila raksasa media sosial tersebut ingin memperjelas statusnya sebagai pemilik dari dua layanan populer tersebut yakni dengan cara menorehkan namanya di dalam aplikasi.

Dilansir melalui The Information (2/8) bahwa Facebook ingin mem-branding ulang dua layanannya dengan mengukir namanya di kedua layanan media sosial miliknya tersebut. Dalam waktu dekat, pengguna Whatsapp akn melihat tulisan “WhatsApp From Facebook” dan “Instagram From Facebook” di masing-masing aplikasinya.

Dengan demikian, gerombolan pembenci Facebook akan mengetahui bahwa dua layanan yang mereka gemari terbut juga milik Facebook.

Selain membranding ulang, tidak diketahui apakah layanan ketiganya juga akan disamakan (selain Story). Contohnya fitur Boomerang yang mungkin akan muncuk di aplikasi WhatsApp dengan kredit “Boomerang From Instagram From Facebook”.

Tampaknya kini gerakan membenci WhatsApp sudah terlalu masifa dan dianggap dapat membahayakan pendapatan perushaan sehingga pihaknya perlu untuk mengambil langkah norak seperti di atas.

Kini yang menjadi pertanyaanm ketika pembenci Facebook yang baru mengetahui bawha WhatsApp dan Instagram merupakan bagian dari Facebook, maka apa yantg diharapkan dari “awareness” tersebut?

Jika Facebook berharap mereka akan berhenti untuk membenci dirinya, sepertinya Favebook sedang pura-pura tidak mengetahui alasan orang yang membencinya namunm kabarnya ada petunjuk bahwa “jual beli data”.

Jadi sebaiknya Facebook berfokus pada peningkatan keamana data pengguna daripada branding ulang layanan miliknya.

WhatsApp Membagikan 1.000 GB Paket Data Bagi Pengguna WhatsApp

WhatsApp Membagikan 1.000 GB Paket Data Bagi Pengguna WhatsApp

WhatsApp Membagikan 1.000 GB Paket Data Bagi Pengguna WhatsApp

Kliktekno – Usia dari aplikasi pesan instant WhatsApp ini telah mencapai 10 tahun, tepatnya pada bulan Januari 2019. Hal ini tentunya merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa, terlebih hingga saat ini penggina WhatsApp sendiri semakin bertambah dari hari ke hari.

Namun sayangnya, pencapaian WhatsApp ini juga dimanfaat oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan sebuah scam atau modus penipuan ke sejumlah pengguna WhatsApp.

Sebuah penelitian di ESET menemukan adanya sebuah scam yang memberikam iming-iming kepada para pengguna WhatApp dengan hadiah berupa paket data internet sebesar 1.000 GB dalam rangka ulang tahun ke 10 WhatsApp.

Perlu ditegaskan jika pesan sejenis ini bukanlah berasal dari perusahaan WhatsApp resmi begitupun dengan iming-iming hadiah yang tidak masuk akal lainnya. Ini hanya merupakan aksi sebuah oknum yang yal bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan hoax.

Isi pesan yang beredar tersebut berbunyi “WhatsApp Offers 1000Gb Free Internet” serta dilengkapi dengan sebuah tautan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Kemudian apabila Anda membuka link tersebut, maka pastinya Anda tidak akan diarahkan ke situs resmi WhatsApp.

Hal ini tentunya sangat berbahaya mengingat dalam dunia digital ancaman seperti malware maupun adware ini tidak kasat mata, sehingga para pengguna WhatsApp pun tidak akan menyadari apabila smartphonenya telah terinfeksi dengan virus jahat.

Namun bagi Anda yang sudah terlanjur menjadi korban penipuan WhatsApp, beruntunglah karena menurut penelitian ESET dalam tautan tersebut tidak mengandung malware ataupun spyware yang dapat merugikan pengguna.

Penipuan du aplikasi milik perusahaan Facebook semacam ini memang sering kali terjadi. Oleh karena itu, bagi pengguna WhatsApp dihimbau untuk tidak mudah percaya dengan tautan bohong tersebut.

WhatsApp Membuat Versi Desktop Berfungsi Tanpa Smartphone

WhatsApp Membuat Versi Desktop Berfungsi Tanpa Smartphone

WhatsApp Membuat Versi Desktop Berfungsi Tanpa Smartphone

Kliktekno – Pada tahun 2015, aplikasi pesan WhatsApp merilis versi web terbarunya yang mencerminkan percakapan melalui aplikasi seluler. Dimana untuk dapat menggunakan aplikasi ini, smartphone Anda perlu terhubung ke internet.

Namun menurut laman Thenextweb pada akhir pekan lalu melaporkan bahwa hal tersebut akan segera berubah. Platform pembocor fituR WhatsApp, WABetaInfob menjelaskan dalam akujn Twitternya bahwa WhatsAppb kini sedang mengembangkan teknologi yang membuat aplikasi pesan berfungsi secara mandiri di desktop.

Pada beberapa waktu lalu WABeta Info menuliskan “Menurut saya, Universal Windows Platform (UWP) + sistem multi platform baru = Anda dapat menggunakan WhatsApp UWP pada PC Anda jika ponsel Anda (Android, iOS atau Windows Phone) tidak aktif”

Pengembangan ini tentunya dapat membantu para penggunanya untuk tetap terhubung dengan orang-orang di daftar kontak Anda melalui laptop meskipun ponsel Anda telah kehabisan daya baterai.

Cara ini cukup mirip dengan aplikasi yang diterapkan oleh aplikasi pesan singkat Telegram. Namun hibgga kini belum ada informasi terkait kapan fitur tersebut akan tersedia dalam aplikasi WhatsApp.

WhatsApp Web Akan Dapat Digunakan Walapun Tanpa Ada Smartphone

WhatsApp Web Akan Dapat Digunakan Walapun Tanpa Ada Smartphone 1

WhatsApp Web Akan Dapat Digunakan Walapun Tanpa Ada Smartphone

Kliktekno – WhatsApp Web kabarnya akan dapat digunakan tanpa harus menggunakan smartphone. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa layanan pesan instan itu telah melakukan sejumlah pembaruan fitur untuk mendukung layanan di masa depan.

Dikuitip dari Solopos, dimasa depan aplikasi WhatsApp versi desktop akan tersedia lebih baik dibandingkan sekarang. WhatsApp Web rencananya akan bisa berfungsi walau tidak terkoneksi dengan akun WhatsApp dengan ponsel pengguna.

Kini WhatsApp Web baru dapat digunakan dengan dukungan aplikasi WhatsApp yang berjalan di smartphone. Dengan kata lain, masih dibutuhkan koneksi khusu anatara aplikasi WhatsApp di smartphone jika ingin menjalankan versi desktop.

WhatsApp Web Akan Dapat Digunakan Walapun Tanpa Ada Smartphone

Dikutip melalui The Next pada Sabtu (27/7/2019), informasi dari WA Beta Info menyebut bahwa Whatsapp sedang mengembangkabn aplikasi digital baru Universal Windows Platform (UWP).

Aplikasi digital terbaru itu digarap bersamaan dengan sistem multi platform yang membuat layanan WhatsApp teteap dapat berfungsi walaupun ponsel pengguna dalam keadaan tidak aktif. Jika kabar ini benar, maka kemungkinan pengguna bisa tetap melakukan obrolan alias chatting dengan orang-orang di kontaknya lewat desktop.

WhatsApp Kini Sudah Tersedia di KaiOS

WhatsApp Kini Sudah Tersedia di KaiOS

WhatsApp Kini Sudah Tersedia di KaiOS

Kliktekno – Bagi pengguna smartphone bertenaga KaiOS seperi Nokia 8110 kini bisa menggunakan aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Pasalnya kini WhatsApp telah tersedia pada KaiOs, sistem operasi yang digunakan oleh ponsel fitur keluaran tahun lalu yakni ‘ponsel pisang’ Nokia 8110.

Seperti yang dilaporkan melalui GSM Arena pada September lalu, bahwa aplikasi WhatsApp hadir untuk ponsel JioPhone yang menjalankan sistem operasinya sendiri. Kemudian pada bulan Aprilm WhatsApp jadir untuk Nokia 8110 namun hanya untuk pasar India.

Kini aplikasi ini tersedia dalam tujuh perangkat KaiOS, Cat B35, Doro 7060, JioPhone (Reliance Jio), JioPhone 2 (Reliance Jio), MTN Smart, Nokia 8110 (HMD Global), dan Orange Sanza.

Di Barat, Nokia 8110 dianggap sebagai ponsel yang akan dibelui hanya jika penggunanya butuh pelarian dari aplikasi modem.

Berbeda dengan negara-negara berkembang lainnya dimana mereka lebih memyukai ponsel dengan harga murah, fitur sederhana dan daya tahan baterai yang handal yang dapat bertahan hingga 25 hari.

Aplikasi WhatsApp bisa diunduh di KaiStore untuk KaiOS yang akan memakan kapasitas ruang penyipanan 256 MB dari 512 MB RAM. Rencananya aplikais pesan singkat tersebut akan terinstal pada ponsel tertentu di kuartal ketiga tahun ini.

Ponsel dengan KaiOS memiliki 12 model dimana 8 diantaranya memiliki RAM 512 MB dan sisanya 256 MB. WhatsApp untuk KaiOS mendukung panggilan dan perpesanan lengkap dengan sistem enkripsi end to end.

Banyak pengguna ponsel yang telah berpindah dari yang sebelumnya menggunakan SMS ke aplikais pesan besutan Facebook. Ini artinya pengguna harus membeli ponsel baru agar terus berkomunikasi. WhatsApp digunakan oleh 1.5 miliar orang dan kini sekarang bahkan lebih banyak lagi yang dapat bergabung.

Adapun saat ini, 100 juta ponsel dengan KaiOS telah dikirim ke lebih dari 100 negara. Pada kuartal ketiga tahun ini, sebagaian besar ponsel KaiOS sudah diinstal WhatsApp secara langsung oleh pabrik.

Perlu diketahui, selama setahun ini WhatsApp secara bertahap dilis untuk beberapa perangkat KaiOS.

Sebelumnya, tahun lalu KaiOS menerima suntikan dana sebesar $22 juta atau sekitar Rp 318 miliar dan kini menerima putaran dana $50 juta (~Rp725 miliar). Putaran pendanaan tersebut dipimpin oleh Cathay Innovation yang termasuk dalam Google dan TCL.

Dengan pendanaan seri B, Kai berencana untuk berekspansi ke pasar baru dengan menginvestasikan dlam penelitian dan mengembangkan portofolio produk dan memperluas ekosistemnya dengan mempercepat pertumbuhan komunitas pengembang KaiOS dalam menjebatani kesenjangan digital.

Hati-hati Hacker Menyerang WhatsApp & Telegram

Hati-hati Hacker Menyerang WhatsApp & Telegram

Hati-hati Hacker Menyerang WhatsApp & Telegram

Kliktekno – Layanan pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram yang memiliki enkripsi end-to-end ternyata tetap berpotensi untuk disusupi malware. Studi yang dilakukan Symantec mengungkapkan bahwa karena sebab tersebut peretas dapat mengubah gambar dan file audio yang dikirim oleh pengguna.

Seperti yang dikutip dari CNet pada Kamis (18 Juli 2019), malware ini membuat pengguna menerima informasi yang salah. Contohnya, malware yang dapat mengubah foto peta asli sehingga membuat pihak penerima pesan menjadi menerima file yang salah. Ada juga kemungkinan perubahan angka dalam foto faktur sehingga menipu pengguna agar memberikan uang kepada orang yang tidak seharusnya.

Symantec mengatakahn bahwa kerentanan yang saat ini ada tidak memungkinkan hacker untuk mengambil akun, namun berpotensi untuk melakukan penipuan.

Dimana ketika file disimpan di ekstenal maka aplikasi lain dapat mengakses dan memanipulasi. Di WhatsApp sendiri file disimpan secara ekstenal sedangkan Telegram file disimpan di galeri ponsel.

Peneliti menguji malware yang dibuatnya untuk memanipulasi gambar dan audip yang dikirim melalui dua aplikasi tersebut. Dalam video yang mereka bafikan tersebut terlihat terdapat dua pengguna yang mengirim foto dua temannya. Malware di perangkat otomatis ini bekerja dan mengganti wajah di foto tersebut menjadi aktor Nicolas Cage.

Dalam sebuah keterangan WhatsApp mengatakan “WhatsApp telah mengamati masalah ini dengan seksama, tentang masalah penyimpanan perangkat seluler yang dapat memengaruhi ekosistem aplikasi. Kami akan melakukan cara yang terbaik. Perusahaan akan menyediakan pembaruan yang sesuai dengan perkembangan Android saat ini”.

Telegram sendiri belum mau untuk menanggapi masalah ini. Sebagai langkah perlindungan, pengguna WhatsApp perlu untuk masuk ke dalam menu pengaturan dan kemudian matikan visibilitas media. Sedangkan untuk Telegram, matikan opsi penyimpanan ke galeri.

Waspada Malware Berbahaya Yang Bersembunyi di WhatsApp

Waspada Malware Berbahaya Yang Bersembunyi di WhatsApp

Waspada Malware Berbahaya Yang Bersembunyi di WhatsApp

Kliktekno – Malware kembali membuat resah pengguna Android. Tepatnya sekitar 25 juta smartphone terserang oleh Malware tersebut. Hal ini dikarenakan malware tersebut telah bersembunyi pada aplikasi instant WhatsApp.

Menurut laporan Neowin, malware yang bersembunyi di WhatsApp ini bernama Agent Smith. Dalam menjalankan aksinya, malware ini menggunakan celah kemanan yang ada di dalam sistem operasi Android.

Namun mengapa malware tersebut tidak bisa terdeteksi??

Hal ini dikarenakan malware ini mampu menyembunyikan ikonnya senduru dan menyamarkan diri sebagai aplikasi yang populer saat ini.

Peneliti keamanan menyebutkan jika malware yang bersembunyi di WhatsApp ini beraksi pada saat pengguna mengetuk ikon dari malware tersebut dan saat itu pula ia menampilkan versi palsu kepada para pengguna.

Malware berbahaya ini dapat menyebar melalui toko aplikasi pihak ketiga seperti 9apps milik Alibaba, bukan resmi melalui Google Play Store. Pada umumnya, serangan dari malware tersebut menargetkan sejumlah pengguna Android yang ada di negara berkembang.

Sebanyak 15 juta pengguna Android telah terinfeksi malware yang bersebunyi di aplikasi WhatsApp tersebut. Ada juga korbannya yang berasal dari negara lain, seperti di Amerika Serikat sebanyak 300 ribu ponsel Android sementara di Inggris terdapat 137 ribu.

Diklaim, ini menjadi serangan malware paling parah yang menargetkan OS Android. Pihak Check Point menyebutkan, jika cukup mengagetkan melihat fakta jika ada ratusan ribu orang terinfeksi malware yang sembunyi di WhatsApp pada negara berkembang seperti AS dan Inggris.

Saat ini malware tersebut hanya menampilkan iklan saja ke korban, namun Check Point menilai jika dalang dari malware tersebut bisa melakukan tindakan yang lebih berbahaya. Oleh karena itu dihimbau agar pengguna Android segera memperbarui sistem operasinya.