KACAPOKER | POKER TERPERCAYA | DOMINOQQ | POKER ONLINE INDONESIA   POKER365 | JUDI POKER ONLINE, POKER88, BANDAR CEME ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   DAFTAR AGEN TOGEL TOTO 4D TERPERCAYA, PREDIKSI TOGEL ONLINE   Q11BET | AGEN LIVE CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   ROYAL188BET | AGEN JUDI CASINO TERPERCAYA, MESIN SLOT JACKPOT TERBESAR   GO88BET | AGEN JUDI BOLA 88 TERPERCAYA, SITUS CASINO ONLINE TERBESAR  

Ternyata Ini Alasan Dibalik Kekhawatiran AS Terhadap Perusahaan China

Ternyata Ini Alasan Dibalik Kekhawatiran AS Terhadap Perusahaan China

Ternyata Ini Alasan Dibalik Kekhawatiran AS Terhadap Perusahaan China

Kliktekno – Google memutuskan untuk tidak memperbolehkan Huawei dalam mengakses pembaruan kemanan sistem operasi Android. Ini berati Huawei sebagai perusahaan smartphone terbesar kedunia di dunia ini akan kehilangam aksesnya terhadap sejumlah aplikasi.

Langkah ini diambil pihak Google setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan adanya darurat nasional pada pekan lalu. Beliau menyatakan hal ini bertujuan untuk melindungi jaringan komputer Amerika Serikat dari musuh-musuh asing.

Para analisis meyakini bahwa kebijakan tersebut sengaka dibuat untuk Huawei, karena selain memproduksi telpon genggam Huawei juga memproduksi berbagai alat komunikasi. Diperkirakan, Huawei menguasai sekitar 40-60 persen dari pasar di seluruh dunia.

 

Ternyata Ini Alasan Dibalik Kekhawatiran AS Terhadap Perusahaan China 1

 

Berikut adalah lima hal yang dapat membuat Barat menjadi sangat khawatir dengan keberadaan Huawei

1. Jaringan Supercepat 5G

Huawei saat ini sedang berunding dengan banyak negara untuk dapart memasok sistem jaringan supercepat 5G. Sistem ini begitu cepat dan dianggap sangat ideal untuk dipakai pada produk seperti swakemudi ini. Jika infrastruktur 5G menggunakan produk Huawei, maka para pesaing Huawei mengklaim “bisa membaca pesan yang dikirim melalui jaringan atau bahkan mematikan jaringan, yang tentu akan menyebabkan gangguan serius”. Bahakan sebelum Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif, pemerintah Amerika Serikat sudah mendesak sekutu dengan tidak menggunakan produk Huawei.

Seruan ini terfokus kepada kelompok yang biasa disebut sebagai “Lima Mata” yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Kelima negara tersebut juga memiliki kerja sama inteligen yang sangat erat dan rahasia.

Washington mengancam akan memberhentikan informasi rahasia jika jaringan di Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru apabila menggunakan jaringan 5G buatan Huawei. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa jika ada negara yang menggunakan produk jaringan 5G, maka AS tidak akan membagikan informasi lagi.

Huawei sendiri telah menolak tuduhanb sebagai mata-mata untuk pemerintah China. namun mereka yang mengkritik mengatakan bahwa undang-undang di China tidak memungkinkan perusahaan untyuk bisa menolak permintaan pemerintaj untuk mendapatkan informasi intelijen.

Kekhawatiran pemerintah dalam mengakses data perusahaan ini didasarkan pada praktik yang berlaku di AS sendiri. Mantan kontraktor Badan Keamanan AS, NSA,

Edward Snowden mengungkapkan bahwa badan-badan intelijen AS meretas data milik perusahaan teknologi seperti Yahoo dan Google.

Selain demi keamanan, langkah ini juga diambil demi mendapatkan keuntungan bisnis terutama jika banyaj negara yang memboikot peralatan 5G dari Huawei.

2. Skandal robot Jari

Kasusu ini mengenai pegawai Huawei yang dituduh mencuri robot jari, yang bertugas untuk mengetukkan jari ke layar ponsel genggam saat uia meninggalkan labolatorium desain perusahaan telekomunikasi T-Mobile. Pegawai ini sendiri mengatakan bahwa robot itu tidak sengaja jatuh ke dalam tasnya. Hal ini membuat T-Mobile menuduh pihak Huawei mencuri teknologi mereka. T-Mobile yang saat itu sedang bekerja sama dengan Huawei merasa tidak terima dengan alasan tersebut dan membawa kasus tersebut ke pengadilan.

Melalui komunikasi email, diduga pegawai tersebut tidak bertindak sendiri dan besar kemungkinan ia melakukannya karena diperintahkan oleh eksekutif senior di China. Inilah yang menjadi salah satu alasan penangkapan dari direktur keuangan Huawei, Meng Wanzhou di Kanada pada tahun lalu.

 

Ternyata Ini Alasan Dibalik Kekhawatiran AS Terhadap Perusahaan China 2

 

Ternyata Ini Alasan Dibalik Kekhawatiran AS Terhadap Perusahaan China

3. Adanya Kerjasama Terselubung Dengan Iran

Meng menolak tuduhan dan berupaya agar permintaan ekstradisi oleh Amerika Serikat dibatalkan. Tuduhan lain yang dijatuhkan kepadanya adalah Pihak Huawei melakukan kerja sama dengan Iran. Diduga Ia menjadi bagian dari upaya Iran untuk menghindari sanksi AS, melalui perusahaan Skycom.

Meng didakwa karena telah berbohong kepada bank-bank dan pemerintah AS mengenai kerja sama dengan Iran. Meng, anak perempuan dari pendiri Huawei ini juga menolak tuduhan ini.

Kini, ia bisa saja dihukum penjara maksimal 30 tahun jika ia siekstradisi dan dinyatakan bersalah pada pengadilan AS.

4. Kasus Layar ponsel antipecah

Kasus lain yang membuat AS khawatir adalah mengenai “layar antipecah”. Menurut Pihak Bloomberg, Huawei diselidiki oleh FBI karena pihak Huawei diduga melanggar regulasi perdagangan senjata internasional. Layar yang super kuat dan tidak mudah pecah, tentunya menjadi andalan berbagai perusahaan smartphone saat ini.

Kasus ini berawal ketika perudahaan Akhan Semiconductor melakukan pembicaraan dengan pihak Huawei untuk memasok layar yang super kuat. Kemudaian sampel layar ini dikembalikan oleh pihak Huawei dalam keadaan rusak parah pada bulan berikutnya.

FBI menduga pihak Huawei membawa ponsel ini ke luar Amerika. Hal ini tentunya dilarang oleh regulasi internasional, karena sampel ini berpotensi untuk dimanfaatkan untuk pengujian senjata laser. Huawei menolak kembali tudingan FBI ini.

5. Tidak ada matinya

Meski tengah didera berbagai kasus penting, ditambah lagi dengan langkah Google, Huawei diperkirakan kan tetap menjadi pemain global yang penting.

Bagi banyak negara, terutama di Asia dan Afrika, harga produk yang ditawarkan Huawei jauh lebih murah dari harga pasaran lainnya. Aspek harga ini tentunya menjamin pihak Huawei untuk tetap menguasai pangsa pasar secara global.

Bahkan di Inggris, sekutu terdekat AS masih berdebat mengenai apakah infrastruktur5G memakai produk Huawei. Mentri perdana Inggris inijuga belum lama dipecat, karena memasukan komponen buatan pad area-area yang tidak terlalu penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *